0
Dikirim pada 15 November 2010 di Pelangi
Wanita adalah makhluk yang indah, yang selalu menjadi bahan pembicaraan, bahkan sumber inspirasi bagi banyak orang. Kebesaran Allahlah yang menciptakan wanita sebagai makhluk cantik. Segala hal yang indahpun selalu dikaitkan dengan wanita. Pada dasarnya semua wanita ingin tampil indah dan disebut cantik. Bagi wanita, kecantikan memang penting, tetapi cantik seperti apa? Apakah hanya sekedar cantik yang tampak dari luar? Ya, mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok tubuh tinggi, langsing, rambut panjang dan lurus, wajah putih mulus, suara merdu dan warna bola mata yang indah berkat softlens biru atau hijau Tentu saja tidak. Kecantikan luar tidak akan bermakna apa-apa tanpa ada kecantikan yang datang dari dalam (inner Beauty). Kecantikan seperti inilah yang menumbuhkan kekaguman bersifat abadi dan timbul dari dalam hati. Sedangkan kekaguman kepada kecantikan fisik hanya bersifat sementara dan berasal dari nafsu.
 
Sebenarnya cantik itu apa?
 
Perdebatan yang panjang terjadi ketika merumuskannya. Biasanya, akan berakhir pada kesimpulan bahwa cantik secara fisik itu relatif. Setiap orang bisa memandang dari sudut pandang yang berbeda-beda. Wajah, tentu tak luput dari sorotan, sebuah pesona fisik. Ada orang yang menilai seseorang itu cantik tetapi menurut pendapat orang lain belum tentu sama. Standar kecantikan fisik dari waktu ke waktu selalu berubah dan bisa berakhir.
 
Secantik apapun wanita, jika takdir usianya menjadi tua dan keriput dia tidak bisa menghindarinya. Sudah sunatullah bahwa setiap yang hidup pasti akan mati, terang akan gelap dan muda akan tua, inilah episode yang harus di jalani setiap manusia, tidak ada pengecualian, karena tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT.
 
Berbeda dengan keimanan dan kecerdasan, penilaiannya pasti sama. Hanya saja, sentuhan dan pesona jiwa justru menjadi elemen yang penting karena setiap orang bisa mempunyainya. Di sini, setiap wanita bisa mempunyainya. Artinya, semua wanita bisa menjadi cantik, bisa disebut cantik. Dan lebih cantik lagi dari hari ke hari.
 
Pesona wanita sejak zaman dahulu hingga sekarang sebetulnya tidak pernah berkurang atau bertambah, hanya zaman sekarang peranan wanita lebih bervariasi dalam pola kehidupan masyarakat membicarakan wanita tidak lepas dari kecantikan.
 
Sah-sah saja apabila wanita ingin selalu tampil cantik. Tetapi cantik seperti apa? Apa hanya cantik secara fisik atau cantik secara batin, atau bahkan keduanya? Bagi wanita yang penampilan fisiknya biasa - biasa saja, asal rajin kesalon ( poles sana poles sini ) kemudian memakai pakaian yang pantas, bisa berubah menjadi cantik, dalam sekejap. Ternyata, menarik secara lahir saja tidak cukup untuk membuat seorang wanita tampil sebagai sosok yang mempesona.
 
Jika ingin tampil sebagai pribadi yang mempesona lahir batin, kita membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Pada dasarnya setiap orang berpotensi untuk  memiliki  inner  beauty asalkan mau mengasahnya dan berubah menjadi lebih baik, karena dengan kecantikan batin, wanita akan jauh lebih menakjubkan dan mampu membuat wanita lebih bahagia.
 
Sebuah pertanyaan yang harus di jawab semua wanita adalah manakah yang paling cantik antara bunga dan intan permata? Walaupun sama-sama cantik tetapi keduanya mempunyai perbedaan. Bunga memang cantik, wangi dan menggoda, tetapi mudah layu ketika banyak orang memegangnya atau mati ketika orang memetiknya, apalagi jika terkena panasnya sinar matahari. Bagaimana dengan intan permata? Bukankah intan permata terus terlihat indah selamanya jika terus di pelihara oleh pemiliknya? Keduanya cantik, tetapi kecantikan intan permata lebih abadi dibandingkan kecantikan bunga. Begitupun dengan wanita, yang cantik secara fisik, tidak akan abadi karena faktor usia di banding dengan wanita yang cantik batinnya.
 
Kecantikan lahir yang tidak di sertai dengan kecantikan batin akan seperti rumah tanpa tiang, apabila suatu saat di hantam tekanan yang menimpanya, dia menjadi putus asa dan rendah diri.    
 
Kecantikan batin merupakan karunia Allah SWT yang agung. Kecantikan ini akan terpancar jika kita bertakwa kepadaNya. wanita yang senantiasa memelihara ketakwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah. Inilah senjata ampuh untuk wanita agar selalu  menjadi percaya diri karena allahlah tujuan hidupnya dipersembahkan. Menjaga kecantikan batin akan menambah kecantikan yang sudah kita miliki menjadi semakin cantik. Kecantikan batin akan menutupi dan menghapus kekurangan kecantikan fisik, sedangkan keburukan batin, akan menghapus kecantikan fisik yang menutupinya. 
 
Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik.Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik.  Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:
 
1.Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata.
Seorang perempuan yang menghiasi jasmaninya dengan iman dan taqwa, akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah,  ia   akan   mempesona.  Yang  kuasa  akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum, atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya. Dengan akhlak mulia, seorang Muslimah akan terlihat anggun dan cantik. Bagi seorang Muslimah, perhiasan terindah adalah akhlak mulia, Setiap orang yang melihatnya akan terkesima dan kagum oleh keindahan akhlaknya.
 
2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.
 Secara umum, laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya dan Tak bisa melupakannya.
 
3. Kecantikan perempuan ada pada kelembutan sikapnya.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya.
 
4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.
Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun, teduh, dan sejuk. Ia tak gampang emosi, selalu menyikapi tingkah laku di sekitarnya secara bijak, dan selalu berprasangka baik. Perkataannya bukan pisau yang menikam, perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.
Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi tidak berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang yang ada sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya.
Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan menjadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.
 
7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak, masyarakat dan umat manusia.
Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemani. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.
 
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.
Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati.Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar, membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.
 
Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantikan ini, perempuan mana pun bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya.
 
Satu hal yang paling penting, kecantikan lahir (fisik) tidak akan bermakna apa-apa tanpa kecantikan batin (Inner Beauty). Kecantikan seperti inilah yang menumbuhkan kekaguman yang bersifat abadi dan timbul dari dalam hati, akan dikenang meskipun si perempuan telah tiadaSedangkan kekaguman pada kecantikan lahir belaka hanya bersifat sementara dan berasal dari nafsu. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

 



Dikirim pada 15 November 2010 di Pelangi
comments powered by Disqus
Profile

Seorang muslimah yang sedang bermujahadah untuk memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 229.250 kali


connect with ABATASA