0
Dikirim pada 10 November 2010 di Inspirasi
Subhanallah, pagi – pagi sudah mendapatkan begitu banyak ilmu. Acara yang memang selalu di tunggu – tunggu kehadirannya. Apalagi jadwal ceramah kali ini oleh salah satu penceramah favorit.
 
Yups…hari ini Syeikh Ali ceramah di MNC TV. Menggantikan ustadz Yusuf Mansyur yang sedang ke Australia. tadi tuch syeikh Ali membahas tentang keutamaan & keistimewaan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah.
 
Di sini saya ingin berbagi ilmu yang saya dapatkan tadi pagi. Mudah – mudahan bisa bermanfaat khususnya bagi saya sebagai sarana bagi saya untuk berproses menjadi lebih baik lagi. Mudah – mudahan dengan menyebarkannya saja,bisa menjadi salah satu amal yang tidak akan pernah putus menemani saya sampai di akhirat nanti. Dan mudah – mudahan tidak akan pernah membuat dahaga saya terpuaskan dalam mempelajari islam dan diriNya. Amin
 
Ini nich isi tausiyah nya..tapi maaf ya, kalau tidak lengkap, tadi ga sempet di rekam, jadi ini hasil tulis tangan sendiri..
 
Allah SWT, memuliakan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah seperti dalam firmannya dalam Alquran surat Al Fajr 1-2 yang artinya :
 
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
 
yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah
 
Dalam sebuah hadits di riwayatkan "Tidak ada amal perbuatan yang lebih utama dari (amal yang dilakukan) pada sepuluh hari bulan Dzul Hijjah, mereka (para sahabat) berkata:" Tidak juga jihad (lebih utama dari itu)?". Rasulullah SAW bersabda: "Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu kembali tanpa membawa sesuatupun."
 
Sebaik – baiknya hari dunia adalah 10 hari pertama di bulan dzulhijjah karena di sepuluh hari ini terdapat kumpulan –kumpulan ( pokok – pokok ) ibadah yang tidak ada di bulan lain. Dan hal ini seharusnya menjadikan kita lebih semangat untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk bisa memanfaatkan di musim ibadah ini. Karena pada musim ibadah ini pahala yang di berikan allah begitu besar. Ada 2 musim ibadah, yaitu 10 hari terakhir ramadhan dan 10 hari pertama bulan dzulhijjah.
 
Sebaik-baik amalan yang di cintai oleh Allah adalah amal shaleh di 10 hari pertama bulan dzulhijjah, oleh karena itu, maksimalkan dan manfaatkan ibadah di sepuluh hari pertama agar kita termasuk orang yang di bebaskan dari siksa api neraka dan mendapatkan ridho Allah.
 
Lalu bagaimana dengan dengan shaum di bulan ini? Kita di perbolehkan shaum setiap hari selama 9 hari, boleh shaum selang hari, ataupun senin kamis, tapi kalau hanya bisanya shaum pada tgl 9 dzulhijjah saja tidak apa –apa, karena shaum pada hari ini pahalanya menghapus dosa – dosa kita tahun lalu dan tahun yang akan datang. Dan kata syeikh ali  9 dzulhijjah itu jatuh pada tgl 15 November.
 
Dan untuk masalah qurban seperti dalam Q.S Ash-Shaffat : 107 yang merupakan kisah dari Nabi yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung yang menjadi sunnah di umat Nabi Muhammad SAW.
 
Mungkin yang kita ketahui saat ini Kurban 1 kambing untuk 1 orang, di dalam tausiah beliau tadi, Syeikh Ali mengatakan kurban 1 kambing untuk satu keluarga, Karena dalam satu riwayat, Pernah sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ya rasulullah mengapa engkau berkurban 2 kambing, rasulullah SAW menjawab kambing yang pertama untuk aku dan keluargaku, sedangkan keluarga rasulullah SAW itu terdiri dari beliau dan 9 orang istrinya.dan kambing yang kedua untuk umatku yang belum bisa berkurban, subhanallah. Rasulullah SAW selalu memikirkan umatnya, dan di dalam mazhabnya Imam Syafi’i, kurban 1 ekor kambing adalah untuk 1 kepala keluarga. jadi kalau kurban 1 sapi untuk 7 keluarga.
 
Tadi juga sempet di bahas karena banyak sekali yang nanya, jadi beliau menjelaskan tentang 5 orang yang tidak perlu qadha hanya wajib fidyah saja diantaranya :
  1. Laki – laki yang sudah tua tapi tidak kuat untuk berpuasa
  2. Perempuan yang sudah tua tapi tidak kuat untuk berpuasa
  3. Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh
  4. Wanita Hamil
  5. Wanita Menyusui
Dan fidyahnya itu tidak boleh berupa uang, tapi berupa makanan yang sudah di masak.
 
Nah, itulah tadi materi tausiyah Syeikh Ali di MNC TV, edisi Rabu, 10 November 2010.
Mohon maaf  bila banyak kurangnya, tapi setidaknya, itulah yang tertulis di buku catatan saya. Semoga saja bisa bermanfaat.
 
Oia, untuk melengkapi, saya copas dari http://aguswibisono.com/2009/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/
 
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
 
Menurut kalender Hijriyah, pada saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah 1430 H. Bagi umat Muslim di dunia, bulan ini mempunyai beberapa keistimewaan juga. Salah satunya ibadah Qurban. Selain itu bulan ini juga mempunyai banyak amalan-amalan yang disyari’atkan agar meningkatkan kualitas ibadah kita dimata Allah subhanahu wata’ala.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu ‘Abbas r.a., bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”
 
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”
 
*****
 
Adapun Macam-macam Amalan yang Disyari’atkan selama bulan Dzulhijjah ini yaitu :
  1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Amal ini adalah yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain; sabda Nabi, “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”
  2. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah. Puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa dari Abu Qatadah r.a.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”
  3. Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, “… dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” [Surah Al-Hajj : 28].
  4. Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa, sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaatan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah , bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” [Hadits Muttafaq ’Alaih].
  5. Banyak beramal shalih, berupa ibadah sunnah seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf-nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
  6. Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlang-sung hingga shalat Ashar pada akhir hari Tasyriq.
  7. Berkurban pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq. Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung.
  8. Melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti: nyanyian, judi, mabuk dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapus-nya amal kebajikan yang dilakukannya selama sepuluh hari.
  9. Mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah , melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan;
Manfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya. Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. InsyaAllah, saya juga akan berusaha untuk mengamalkan amalan-amalan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga amal ibadah kita diterima di Sisi Allah.

 



Dikirim pada 10 November 2010 di Inspirasi
comments powered by Disqus
Profile

Seorang muslimah yang sedang bermujahadah untuk memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 229.268 kali


connect with ABATASA