0

Alhamdulillah maha suci Allah yang menciptakan persoalan – persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita jadi tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman.
Memang ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.
Namun ketika persoalan itu muncul, terkadang yang terucap dari mulut kita adalah “ Ya allah kenapa harus aku yang di uji?” seolah – olah menyalahkan dan bersu’udzon kepada allah. seolah Allah tidak berpihak, sudah tahajjud, shaum senin kamis, shaum daud, kok Allah tidak berpihak juga ya, pernah tidak seperti itu? Nah jadi kita ini bukan saja harus menyadari, namun juga harus bertanya pada diri sendiri, hidup ini untuk apa? jawaban yang tepat untuk ibadah bukan? sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariyaat:56 yang artinya "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (ibadah) kepada-Ku".
Kalau begitu tidak ada alasan untuk bersedih, apalagi setelah kita merenungi hadits Rasulullah SAW yang kutipannya seperti ini, bahwa Allah sedang memilih kepada siapa cinta-Nya akan diberikan, kemudian Allah akan menguji hambanya dengan memberi cinta-Nya apabila hambanya dapat sabar dalam cobaannya itu Allah akan memilihnya untuk memberikan cinta-Nya dan apabila dia ikhlas, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dan ridho Allah ada beserta hambanya yang ridho dan ikhlas.Jadi kalau lagi susah hati itu bukan berarti Allah tidak berpihak, kenapa? karena Allah sedang menguji kita dalam keadaan tidak berkenan, tidak enak, tidak menyenangkan, cinta kita kepada Allah harus tetap tinggi. Adanya kesedihan yang muncul, adanya fikiran kondisi tersebut karena Allah tidak berpihak, jangan sampai membuat kita larut didalamnya, kenapa? karena kalau dalam keadaan begitu Allah memanggil kita kemudian wafat, kita bagaimana?
Idealnya kita hidup di dunia ini ingin merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Tapi ternyata justru yang namanya hidup, pasti penuh dengan ujian, sebuah keniscayaan yang telah jadi sunatullohNya. Pada dasarnya kehidupan kita adalah kumpulan dari m asalah demi masalah. Bahwa pergantian dan perpindahan dari satu waktu ke waktu yang lain adalah perpindahan dan pergantian masalah demi masalah. Karena hidup adalah tempatnya ujian atau masalah. Sebagaimana firmannya :
“ Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar “ (Q.S Al baqarah : 155 )
Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya” ( Q.S al Kahfi : 7 )
“ Apakah mereka mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak di uji? Dan sungguh, kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka allah pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta” ( Q.S Al Ankabut 2- 3 )
karena hidup itu warna warni. ada suka, ada juga duka, ada tertawa ada menangis. Kita senantiasa berhadapan dengan masalah. Hanya saja kadarnyamasalah itu berbeda – beda sesuai tingkatan kemampuan seseorang dalam memikulnya. Karena hidup tidak selamanya merasakan kebahagiaan saja pun tidak hanya merasakan kesedihan saja, setiap manusia pasti memiliki episodenya masing-masing. Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada masalahnya, namun masalah yang utama adalah sikap kita terhadap suatu masalah. Dengan masalah yang sama ada yang bersyukur, dan yang lain ada sebaliknya. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya urusan orang beriman itu selalu baik, apabila di timpa kebaikan ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Dan apabila ia di timpa kesusahan ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”
Sebuah contoh sederhana, ketika seseorang kehilangan sepasang alas kakinya, sandal atau sepatu miliknya, pada detik itu ia merasa mendapat musibah, namun tidak lama menjelang ia melihat orang yang kehilangan kakinya, iapun bersyukur. Kenapa? Karena dirinya hanya kehilangan alas kakinya saja, sementara saudaranya kehilangan kaki yang tidak ternilai harganya. Subhanalloh. Jadi sebenarnya jangan takut oleh persoalan hidup apapun, tapi takut salah menghadapi persoalan hidup. yang harus terus kita yakini bahwa getirnya hidup, tidaklah menandakan rahmat allah telah sirna, perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan allah sedang menggelayuti kehidupan ini. Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami dapat menjadi tanda bahwa allah sedang menghapus dosa – dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa di hapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada dosa yang tidak bisa terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah di situlah kesucian akan tertuai. Hasilnya hatipun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.
Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)
Jadi ketika persoalan hidup datang menghampiri kita, apa yang harus kita lakukan? Yang pertama adalah Hati siap menghadapi yang cocok dengan keinginan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan. “ Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui “ ( Q.S Al Baqarah : 216 ) karena jelek menurut kita belum tentu jelek juga menurut allah, ilmu allah sangat luas sedangkan ilmu kita sangatlah terbatas, siapa tahu yang menurut kita itu jelek, ternyata itu adalah jalan kebaikan bagi kita. Seperti minum jamu, diawal ketika kita meminumnya, kita akan merasakan pahitnya jamu, tapi coba kita rasakan setelah minum jamu, badan menjadi terasa lebih sehat, begitu juga dengan ujian yang datang menimpa kita, pahit memang, getir juga iya, tapi ketika kita bisa menyikapi ujian yang kita hadapi itu dengan berhusnudzan pada allah, maka tidak hanya hati kita yang menjadi tenang, tapi akhlak menjadi cemerlang dan allah pun pasti akan sayang. Kita boleh saja menangis, tapi ini bukanlah akhir dari segalanya. Bukan kah selama ini kita meminta pada allah untuk di tunjukkan jalan yang terbaik? Dan mungkin iniah caranya allah untuk menunjukkan kepada kita mana jalan yang terbaik bagi kita. Jika dengan datangnya ujian ini bisa menjadikan kita menjadi lebih mengenal, dekat dan lebih cinta kepada allah kenapa kita harus tidak rela? Ketika ujian ini bisa membuat kita memperbaiki diri kenapa kita harus kecewa? Yang penting tugas kita adalah luruskan niat, ibadah dan ikhtiar kita sempurnakan, selanjutya terserah allah, karena tugas kita bukan menentukan segala – galanya.
Manusia hanya tahu apa yang telah terjadi dan dialaminya, akan tetapi ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Karena itu manusia perlu mendasarkan semua yang diinginkan dan diusahakannya menurut ketentuan Allah dan dalam batas-batas yang diridlai-Nya. Segala sesuatu yang terjadi, tidak ada yang di luar kehendak Allah. Orang yang teguh imannya kepada Allah, ia yakin bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Oleh karena itu orang beriman tidak mengenal putus asa. Jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan atas dirinya, ia segera ingat kepada Allah. Boleh jadi ada hikmahnya, yang saat ini ia belum mengetahuinya, ia dapat menghindari rasa kecewa. Firman Allah: Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q. S. 4 : 19)
Langkah yang kedua adalah kalau sudah terjadi harus Ridho. Karena tidak ridho pun tetap terjadi. Orang itu menderita bukan karena kenyataannya, tapi karena tidak bisa menerima kenyataan. Dan orang yang enak itu adalah orang yang bisa menghadapi kenyataan. Karena ridho itu sendiri adalah menerima kenyataan sambil memperbaiki keadaan. Terkadang kita sering mengeluh pada allah, “ Ya allah, kenapa ujianku seberat ini?” ingat “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya itu” (Q.S Al Baqarah : 286) Allah maha tahu kadar kesanggupan kita dalam menghadapi ujiannya itu. Dan kita pasti mampu untuk menghadapinya. Ketika ingin naik jabatan, kita rela bekerja sebaik mungkin demi mendapatkan posisi yang kita inginkan,dan kita begitu senang ketika sudah mendapatkannya, apalagi ini, ujian yang kita hadapi ini tidak lain adalah agar kita menjadi hamba yang tinggi derajatnya di sisi allah, apakah kita tidak merasa bangga, karena kita adalah hamba yang masih di perhatikan dan di sayangi olehNya.
Langkah yang ketiga, ketika kita di uji adalah jangan mempersulit diri, Yassiru walaa tuassiru ya allah mudahkanlah jangan di persulit. lantas apakah kita harus frustasi dan berputus asa?
“ Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman” ( Q.S Ali Imran : 139 )
“ Janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah, sesungguhnya allah mengampui dosa – dosa semuanya. Sungguh dia lah yang maha pengampun dan maha penyayang”( Q.S Az Zumar :53 )
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat allah kecuali orang kafir “ ( Q.S Yusuf : 87 )
Ayat – ayat di atas tentulah sudah cukup menjelaskan bagaimana kita harus menyikapi suatu ujian, Saat ini kita takut kehilangan, mulai saat ini kita tidak takut lagi, rezeki kita di tahan,tenang saja, sejak dari rahim 4 bulan, allah sudah takdirkan rezeki kita. kalau kita sedang ada masalah, tenang saja, karena tidak tenangpun tetap muncul masalah. jadi tidaklah benar jika datangnya ujian menghampiri kita, membuat kita semakin terpuruk, atau bahkan lebih parah lagi nyaris bunuh diri karena tidak sanggup menghadapinya. Naudzubillah.
Selanjutnya yang ke empat adalah evaluasi diri. Tafakuri diri, kenapa ini terjadi, Karena tidak ada suatu kejadian tanpa seizin allah dan tidak ada sesuatu yang kebetulan melainkan atas kehendaknya. Tayakan dengan jujur pada diri sendiri apa salah saya? Apa perbaikan yang harus saya lakukan. dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik.
Kita harus siap ketika ujian dan cobaan akan terus menerus datang menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat – karat dosa kita terkikis olehnya. Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya ia harus di jatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi, kemudian kulitnya harus di kelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi.setelah bersih, ia lalu di belah menjadi beberapa bagian. setelah itu, potongan – potogan kelapa tersebut lalu di parut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang di sana manfaatnya baru terasa. Begitu juga sifat dari ujian dan cobaan, ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian – bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencintaNya.
Lalu kapan ujian ini akan segera berakhir? ingat rumus puasa, kita menahan lapar dan haus karena yakin sebentar lagi akan tiba saatnya untuk berbuka. hujan pasti berakhir, badai pasti berlalu dan malam akan berganti siang. semakin beratnya ujian justru semakin dekat dengan jalan keluar.
“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” ( Q.S Al Insyirah : 5-6 ) Setiap satu kesulitan di apit oleh dua kemudahan. Dan rumus dalam menyikapinya adalah HHN ( Hadapi Hayati dan Nikmati ) tidak akan kemana – mana pasti akan ada ujungnya.
Yakinlah bahwa setiap masalah sudah terukur oleh allah yang maha mengetahui kesanggupan hambanya dalam menerima ujian dan masalah. Hanya kita sering berprasangka buruk pada allah dan membatasi diri. Apabila kita berfikir berat, maka akan berat terasa masalahnya. Demikian juga sebaliknya. Berhati – hatilah dengan fikiran kita, karena ia akan menjadi perkataan kita, dan berhati – hatilah dengan perkataan karena ia akan menjadi perbuatan, berhati – hatilah dengan perbuatan karena akan menjadi kebiasaan, serta kebiasaan akan membentuk watak /akhlak.
Lalu pada siapa aku harus berharap? Dan inilah langkah yang kelima Bersandar hanya pada allah.”Cukuplah allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia dan hanya kepadaNya aku bertawakal.” (Q.S At Taubah : 129). Orang yang bersandar terhadap sesuatu takut sandarannya hilang, seorang istri yang bersandar kepada suami, takut kehilangan suaminya, Bagi kita sebagai orang beriman, cukuplah allah saja yang menjadi penolong kita. Ia menjadi penentu segala – galanya. Jadikan setiap masalah menjadi bahan evaluasi diri, jalan memperbaiki diri dan jalan mendekat kepada allah. Bagaimana caranya? “ wahai orang – orang yang beriman mohonlah pertolongan kepada allah dengan sabar dan shalat, sungguh allah beserta orang-orang yang sabar” (Q.S Al Baqarah : 153) Memohonlah kepada allah untuk segera di beri jalan keluar dari setiap masalah, tingkatkan terus ibadah kita kepada allah, perbaiki shalat kita serta jangan lelah untuk bersabar. Berusahalah untuk menjadi orang yang bertakwa, karena tidak akan rugi, ketika kita berusaha untuk menjadi orang yang bertakwa, maka allah akan memberi kita jalan keluar dari setiap masalah dan akan memberi kita rezeki dari arah yang tidak di sangka – sangka. kita hidup tidak sendiri. Selalu ada Allah dalam hati dan hidup kita dan Allah tidak akan membiarkan Hamba-Nya dalam keterpurukan yang berkepanjangan.
Karena itu, saat ujian dan cobaan datang, Segeralah bertaubat agar tak hanya pintu taubat yang terbuka, namun status menjadi pencintaNya pun akan menjadi milik kita, tetapi bila ujian dan cobaan itu belum tiba, jangan terlena olehnya. Tetaplah mendekatkan diri padaNya dan selalu menempatkan allah sebagai satu – satunya tujuan dalam hidup kita. Semua orang punya masalah, maka sebaiknya permohonan kita kepada allah bukanlah tidak punya masalah tetapi mintalah kepadaNya agar kita di beri kekuatan untuk menghadapi setiap masalah. Karena semua masalah dan ujian adalah bagian dari tabiyah Allah atas kualitas hambanya. Pasti ada kebaikan di balik setiap masalah yang menimpa kita. jangan pernah khawatir karena sudah pasti Allah mempunyai rahasia dibalik semuanya. Yakinlah dengan semua ujian yang Allah berikan.“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka”. (Q.S At Taubah : 111 )
Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambanya yang penuh semangat dan gairah hidup untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhai-Nya, sehingga hidup singkat di dunia benar-benar penuh kesan dan arti. Kita hidup didunia harus jelas tujuannya.cita-cita terbesar dalam hidup kita ialah berjumpa dengan Allah SWT. Mengingat mati, tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Setiap detik diisi dengan penuh semangat memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. Semoga kita digolongkan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah SWT. kuncinya hanya satu: kesadaran penuh bahwa hidup didunia ini hanya mampir sebentar saja karena memang bukan disinilah tempat kita yang sebenarnya. Asal usul kita adalah dari surga dan tempat itu yang memang layak bagi kita. Jika berminat dan bersungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkannya, maka Allah pun sebenarnya sangat ingin membantu kita untuk kembali ke surga.
Kita memang harus bertindak cermat agar "sang umur", sebagai modal hidup kita, benar-benar efektif dan termanfaatkan dengan baik. Sebab, bisa jadi kita tak lama lagi hidup di dunia ini. Akankah sisa umur ini kita habiskan dengan kesengsaraan dan kecemasan padahal semua itu sama sekali tidak mengubah apapun, kecuali hanya menambah tersiksanya hidup kita? Tidak!, sudah terlalu lama kita menyengsarakan diri. Harus kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat kebahagiaan kekal di dunia dan di akhirat nanti.

Wallahualam bis shawab.

Ya Allah wahai yang maha tahu segala urusan dan masalah diri kami, berikan kepada kami kelapangan hati ya allah, kejernihan fikiran dan kelapangan qolbu. Agar setiap masalah yang engkau timpakan kepada kami membuat kami semakin mengenal keagunganMu, semakin mengenal kekurangan diri, dan semakin mengenal jalan pulang kepadaMu. Ya Allah dosa kami begitu banyak, sedangkan taat kami sedikit, ampuni segala dosa yang kami lakukan sebanyak apapun dosa itu, sebesar apapun dosa yang kami lakukan. Sebengkok apapun jalan yang kami tempuh luruskan, segelap apapun jalan hidup kami terangkanlah dengan nur hidayahMu, Sesulit apapun masalah yang kami hadapi, mudahkanlah ya Robbana …“


Dikirim pada 18 November 2010 di Pelangi

Wanita adalah makhluk yang indah,
yang selalu menjadi bahan pembicaraan, bahkan sumber inspirasi bagi banyak
orang. Kebesaran Allahlah yang menciptakan wanita sebagai makhluk cantik.
Segala hal yang indahpun selalu dikaitkan dengan wanita. Pada dasarnya semua
wanita ingin tampil indah dan disebut cantik. Bagi wanita, kecantikan memang
penting, tetapi cantik seperti apa? Apakah hanya sekedar cantik yang tampak
dari luar? Ya, mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan
sosok tubuh tinggi, langsing, rambut panjang dan lurus, wajah putih mulus,
suara merdu dan warna bola mata yang indah berkat softlens biru atau hijau
Tentu saja tidak. Kecantikan luar tidak akan bermakna apa-apa tanpa ada
kecantikan yang datang dari dalam (inner
Beauty
). Kecantikan seperti inilah yang menumbuhkan kekaguman bersifat
abadi dan timbul dari dalam hati. Sedangkan kekaguman kepada kecantikan fisik
hanya bersifat sementara dan berasal dari nafsu.

Sebenarnya cantik itu
apa?


Perdebatan yang panjang terjadi
ketika merumuskannya. Biasanya, akan berakhir pada kesimpulan bahwa cantik secara
fisik itu relatif. Setiap orang bisa memandang dari sudut pandang yang
berbeda-beda. Wajah, tentu tak luput dari sorotan, sebuah pesona fisik. Ada orang yang menilai
seseorang itu cantik tetapi menurut pendapat orang lain belum tentu sama.
Standar kecantikan fisik dari waktu ke waktu selalu berubah dan bisa berakhir.

Secantik apapun wanita, jika
takdir usianya menjadi tua dan keriput dia tidak bisa menghindarinya. Sudah sunatullah bahwa setiap yang hidup pasti
akan mati, terang akan gelap dan muda akan tua, inilah episode yang harus di
jalani setiap manusia, tidak ada pengecualian, karena tidak ada yang kekal
kecuali Allah SWT.

Berbeda dengan keimanan dan
kecerdasan, penilaiannya pasti sama. Hanya saja, sentuhan dan pesona jiwa
justru menjadi elemen yang penting karena setiap orang bisa mempunyainya. Di
sini, setiap wanita bisa mempunyainya. Artinya, semua wanita bisa menjadi
cantik, bisa disebut cantik. Dan lebih cantik lagi dari hari ke hari.

Pesona wanita sejak zaman dahulu
hingga sekarang sebetulnya tidak pernah berkurang atau bertambah, hanya zaman
sekarang peranan wanita lebih bervariasi dalam pola kehidupan masyarakat
membicarakan wanita tidak lepas dari kecantikan.

Sah-sah saja apabila wanita ingin
selalu tampil cantik. Tetapi cantik seperti apa? Apa hanya cantik secara fisik
atau cantik secara batin, atau bahkan keduanya? Bagi wanita yang penampilan
fisiknya biasa - biasa saja, asal rajin kesalon ( poles sana poles sini ) kemudian memakai pakaian
yang pantas, bisa berubah menjadi cantik, dalam sekejap. Ternyata, menarik secara
lahir saja tidak cukup untuk membuat seorang wanita tampil sebagai sosok yang
mempesona.

Jika ingin tampil sebagai pribadi
yang mempesona lahir batin, kita membutuhkan waktu dan proses yang tidak
sebentar. Pada dasarnya setiap orang berpotensi untuk memiliki
inner beauty asalkan mau mengasahnya dan
berubah menjadi lebih baik, karena dengan kecantikan batin, wanita akan jauh
lebih menakjubkan dan mampu membuat wanita lebih bahagia.

Sebuah pertanyaan yang harus di
jawab semua wanita adalah manakah yang paling cantik antara bunga dan intan
permata? Walaupun sama-sama cantik tetapi keduanya mempunyai perbedaan. Bunga
memang cantik, wangi dan menggoda, tetapi mudah layu ketika banyak orang
memegangnya atau mati ketika orang memetiknya, apalagi jika terkena panasnya
sinar matahari. Bagaimana dengan intan permata? Bukankah intan permata terus
terlihat indah selamanya jika terus di pelihara oleh pemiliknya? Keduanya
cantik, tetapi kecantikan intan permata lebih abadi dibandingkan kecantikan
bunga. Begitupun dengan wanita, yang cantik secara fisik, tidak akan abadi
karena faktor usia di banding dengan wanita yang cantik batinnya.

Kecantikan
lahir yang tidak di sertai dengan kecantikan batin akan seperti rumah tanpa
tiang, apabila suatu saat di hantam tekanan yang menimpanya, dia menjadi putus
asa dan rendah diri.

Kecantikan batin merupakan karunia
Allah SWT yang agung. Kecantikan ini akan terpancar jika kita bertakwa
kepadaNya. wanita yang senantiasa memelihara ketakwaan akan dapat mengalahkan
kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah. Inilah senjata ampuh untuk wanita agar
selalu menjadi percaya diri karena
allahlah tujuan hidupnya dipersembahkan. Menjaga kecantikan batin akan menambah
kecantikan yang sudah kita miliki menjadi semakin cantik. Kecantikan batin akan
menutupi dan menghapus kekurangan kecantikan fisik, sedangkan keburukan batin,
akan menghapus kecantikan fisik yang menutupinya.

Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat
perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik.Yang pertama kali harus dilakukan
adalah mendefinisikan kembali makna cantik.
Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih
dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

1.Kecantikan perempuan ada dalam iman
taqwanya yang menyejukkan mata.

Seorang perempuan yang menghiasi jasmaninya dengan iman dan
taqwa, akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan
ibadah, ia akan
mempesona. Yang kuasa
akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik,
parfum, atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya. Dengan
akhlak mulia, seorang Muslimah akan terlihat anggun dan cantik. Bagi seorang
Muslimah, perhiasan terindah adalah akhlak mulia, Setiap orang yang melihatnya
akan terkesima dan kagum oleh keindahan akhlaknya.

2. Kecantikan
perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan
kecintaan pria.


Secara umum, laki-laki memang responsif
terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa
membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah
yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya dan Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan
perempuan ada pada kelembutan sikapnya.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang
dikenakan, bukan pada bentuk tubuh. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara
dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati
manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan
wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya
yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa
memiliki mata embun, teduh, dan sejuk. Ia tak gampang emosi, selalu menyikapi
tingkah laku di sekitarnya secara bijak, dan selalu berprasangka baik.
Perkataannya bukan pisau yang menikam, perkataannya adalah bara yang menyalakan
semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.


5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah
kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.


Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi tidak
berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas
tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang yang ada
sekitarnya


6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya.

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut.
Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan
menjadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal
menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas
yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan
menjadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh
pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak,
masyarakat dan umat manusia.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa
jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya.
Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil
peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di
jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemani.
Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan
keinginannya untuk memberi.


Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati.Selalu memberi, tanpa mengharap
imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang
lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar, membuat ia selalu
dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.

Mungkin masih banyak kecantikan
lain yang tercecer. Tapi dengan kecantikan-kecantikan ini, perempuan mana pun
bisa tampil memikat. Mudah caranya, murah biayanya.

Satu hal yang paling penting,
kecantikan lahir (fisik) tidak akan bermakna apa-apa tanpa kecantikan batin (Inner Beauty). Kecantikan seperti inilah
yang menumbuhkan kekaguman yang bersifat abadi dan timbul dari dalam hati, akan
dikenang meskipun si perempuan telah tiadaSedangkan
kekaguman pada kecantikan lahir belaka hanya bersifat sementara dan berasal
dari nafsu. Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah
yang akan Anda pilih? Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?


Dikirim pada 15 November 2010 di Pelangi
12 Nov




"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS.Al-Jumu’ah: 9)


Memang kalau di bandingkan dengan umur umat-umat terdahulu, umur umat nabi Muhammad SAW relatif jauh lebih pendek. Paling banter hanya sampai umur 60-70 tahun. Berbeda dengan umat nabi-nabi sebelumnya. Umur mereka bisa mencapai ratusan tahun. Umur nabi Nuh as saja mencapai 900 tahun lebih. Sehingga dengan umur yang pendek ini, otomatis kesempatan untuk beribadah pun menjadi lebih pendek pula. Lalu, apakah kita akan mengatakan bahwa Allah Swt tidak adil karena memberi umur pendek kepada kita sedangkan umur umat terdahulu panjang-panjang?


Tentu saja tidak, Allah Maha Adil. Memang Allah memberi kita umur pendek. Namun, Allah Swt memberikan kepada kita waktu–waktu dan kesempatan yang seandainya kita beribadah pada waktu itu, maka pahalanya akan dilipat gandakan. Diantara sekian banyak waktu yang di berikan Allah Swt untuk melipatgandakan pahala seorang muslim adalah Hari Jumat.


Hari Jumat merupakan hari yang paling utama dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Alloh Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu.


Dari Salamah dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda:“Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as. Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi, dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorangpun berdo’a kecuali Dia akan mengabulkan do’a itu. “(HR. Muslim)


Oleh karena itulah, Nabi saw sangat mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari jumat di banding hari lainnya. Beliau banyak melakukan berbagai macam ibadah di hari itu. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan yang ada di hari jumat di antaranya:


1.Sedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada sedekah di hari lainnya.


Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jum’at dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya”.


Hari Jumat adalah hari dimana sedekah berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda : "Pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat."


2.Pada hari ini terdapat waktu mustajab.


Yaitu saat dimana Allah akan memberikan apa saja yang diminta oleh hamba-Nya yang muslim. Nabi bersabda: “ Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat suatu saat yang tidak ada seorang muslimpun yang melaksanakan shalat sambil meminta sesuatu kepada Allah kecuali dikabulkan”. (HR. Bukhari dan Muslim)


“Hari Jum’at itu ada dua belas jam. Tidak ada seorang Muslimpun yang memohon sesuatu kepada Alloh dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Alloh. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan al Hakim)


3. Hari Jumat merupakan hari dihapusnya dosa-dosa.


Dari Salman Al-Farisi beliau berkata: Nabi, bersabda:“Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baiknya, mengenakan minyak rambut sebaik mungkin atau memakai wewangian dengan sebaik-baiknya kemudian dia keluar (pergi ke masjid) dan tidak memisahkan dua orang (dengan melangkahi mereka), kemudian melakukan shalat yang telah ditentukan, lantas mendengarkan khutbah kecuali diampunkan dosanya antara hari itu dan Jum’at yang lain.” (HR. Bukhari) Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.” (Muttafaq Alaih)


Ibnu Majah mengemukakan sebuah hadits diperoleh dari Abu Hurairah ra, yang menyebut bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Dari hari Jumat hingga Jumat berikutnya adalah masa penghapusan dosa (bagi orang yang menunaikan shalat Jumat), manakala dia tidak berbuat dosa besar ( kabair )."


“Barang siapa berwudhu kemudian membaguskan wudhunya, lalu mendatangi Jumat, lalu mendengarkan dan diam, niscaya diampuni (dosanya) antara Jumat itu dengan Jumat yang lain, dan ditambah tiga hari.” (Riwayat Muslim).


Hari Jumat adalah hari dimana istigfar sebelum shalat Subuh pasti akan terkabul. Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa beristigfar (mohon ampun) tiga kali sebelum shalat Subuh pada hari Jumat dengan mengucapkan : "Astagfirullah Allazi lailaha illa huwalhayyul-qayyum wa atubu ilaihi" maka dosa-dosanya diampuni Allah SWT meskipun dosanya sebanyak buih di Lautan."


4. Pada hari jumat terdapat pelaksanaan shalat jumat.


Inilah salah satu keberkahan lain yang dimiliki hari Jum’at . Bahwa di dalamnya terdapat keutamaan yang besar bagi siapa saja yang bersegera pergi ke masjid lebih pagi untuk shalat Jum’at.


Dalam Rangkaian pelaksanaan shalat jumat terdapat begitu banyak keutamaan. Jika seorang muslim melaksanakan shalat jumat dengan mengamalkan adab-adabnya, maka dia akan memperoleh pahala melimpah ruah yang tidak akan di peroleh pada hari-hari yang lain. Dimana pada hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.


Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan. Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan. Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi janabat lalu pergi ke mesjid, maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah ) maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).” (HR. Bukhari Muslim)


Maka, sudah sepantasnya seorang muslim memanfaatkan hari yang mulia dan penuh barakah ini dengan melakukan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah, dan mengkonsentrasikan diri pada ibadah-ibadah tersebut sehingga dia dapat meraih pahala yang besar dan ganjaran yang setimpal.


Agar berhasil mendapatkan pahala besar di hari jumat, ada beberapa amalan yang bisa di kerjakan oleh setiap muslim diantaranya:


A. Dianjurkan bagi imam membaca surat As Sajdah dan Al insan secara keseluruhan pada shalat subuh di hari jumat.


Hal ini berdasarkan hadits Abu Khurairah ia menuturkan bahwa nabi biasa membaca pada shalat subuh di hari jumat “Alif lam mim tanzil” yaitu surat As Sajdah dan “Hal ata ‘alal insan” (surat Al Insan)” (Muttafaq Alaih)


Ibnu Taimiyah memberikan alasannya dengan mengatakan :”Sesungguhnya Rasulullah SAW membaca surat ini pada shalat shubuh hari Jumat karena di dalamnya terkandung penjelasan peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi pada hari itu, kedua surat ini mengandung penjelasan tentang peciptaan Adam,tentang hari kebangkitan dan hari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar yang semua itu terjadi pada hari jumat, membaca kedua surat ini pada hari Jumat dapat mengingatkan manusia akan peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi, sedangkan sujud tilawah pada shalat ini hanya sebagai ikutan bukan dimaksudkan sejak awal.


Ibnu al-Qayyim berkata banyak orang yang tidak mengerti mengira bahwa yang dimaksud dengan membaca surat sajdah adalah pengkhususan sujud tambahan untuk shalat fajar,dan mereka menamai sujud ini dengan sujud Jumat, jika seseorang tidak membaca surat sajdah maka disunahkan membaca surat lain yang mengandung sujud.


B. Memperbanyak Shalawat.


Dari Anas ra, Rasulullah bersabda: "Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat." [HR. Baihaqi] Dari Aus ra, dia mengatakan, Rasulullah SAW, bersabda: "Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku" ( HR Ahmad )


C. Membaca Surat Al Kahfi


Dengan dasar hadits Abi sa’id Al Khudri ra , ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari jumat, maka akan bersinar baginya cahaya diantara dua Jumat.” (HR Hakim dan Baihaqi)


D. Memperbanyak doa pada hari jumat, mudah-mudahan bertepatan pada saat yang mustajab.


“Sesungguhnya pada hari jumat ada saat-saat yang tidaklah seorang hamba muslim tepat menemuinya dalam kondisi berdiri menunaikan shalat dan meminta sesuatu pada Allah melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.” (HR Muttafaq Alaih)


“Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Alloh, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan jarinya bahwa waktu tersebut sangat singkat.” (HR.Bukhari dan Muslim)


E. Memperbanyak Sedekah


Sedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada sedekah di hari lainnya. Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jum’at beliau bawa apa yang ada di rumahnya lalu beliau sedekahkan dalam perjalanannya menuju masjid secara sembunyi-sembunyi”.


Namun sedekah tidak hanya berupa uang. Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruk kepada kebaikan adalah sedekah, melarang daripada kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan badan dengan istri adalah sedekah.” (HR Muslim)


F. Melaksanakan Shalat jumat beserta adab-adabnya


Ia merupakan keistimewaan yang paling agung untuk hari ini. Ibnu al-Qayyim mengatakan shalat Jumat adalah salah satu kewajiban yang amat penting dalam Islam dan merupakan salah satu momen besar berkumpulnya kaum muslimin, lebih besar dari momen-momen yang lainnya kecuali momen Arafah. Orang yang meninggalkannya karena menganggap enteng dan malas-malasan, Allah akan mencap dan menutup hatinya. dan dekatnya penghuni surga pada hari kiamat dari Allah swt,dan kemenangan mereka untuk datang pada yaumul mazid tergantung kepada dekatnya orang tersebut pada hari Jumat dari Imam serta kesegeraan datangnya kemasjid."







Dikirim pada 12 November 2010 di Pelangi

Subhanallah, pagi – pagi sudah mendapatkan begitu banyak ilmu. Acara yang memang selalu di tunggu – tunggu kehadirannya. Apalagi jadwal ceramah kali ini oleh salah satu penceramah favorit.

Yups…hari ini Syeikh Ali ceramah di MNC TV. Menggantikan ustadz Yusuf Mansyur yang sedang ke Australia. tadi tuch syeikh Ali membahas tentang keutamaan & keistimewaan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah.

Di sini saya ingin berbagi ilmu yang saya dapatkan tadi pagi. Mudah – mudahan bisa bermanfaat khususnya bagi saya sebagai sarana bagi saya untuk berproses menjadi lebih baik lagi. Mudah – mudahan dengan menyebarkannya saja,bisa menjadi salah satu amal yang tidak akan pernah putus menemani saya sampai di akhirat nanti. Dan mudah – mudahan tidak akan pernah membuat dahaga saya terpuaskan dalam mempelajari islam dan diriNya. Amin

Ini nich isi tausiyah nya..tapi maaf ya, kalau tidak lengkap, tadi ga sempet di rekam, jadi ini hasil tulis tangan sendiri..

Allah SWT, memuliakan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah seperti dalam firmannya dalam Alquran surat Al Fajr 1-2 yang artinya :

"Demi fajar, dan malam yang sepuluh."

yang dimaksud adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah

Dalam sebuah hadits di riwayatkan "Tidak ada amal perbuatan yang lebih utama dari (amal yang dilakukan) pada sepuluh hari bulan Dzul Hijjah, mereka (para sahabat) berkata:" Tidak juga jihad (lebih utama dari itu)?". Rasulullah SAW bersabda: "Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya lalu kembali tanpa membawa sesuatupun."

Sebaik – baiknya hari dunia adalah 10 hari pertama di bulan dzulhijjah karena di sepuluh hari ini terdapat kumpulan –kumpulan ( pokok – pokok ) ibadah yang tidak ada di bulan lain. Dan hal ini seharusnya menjadikan kita lebih semangat untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk bisa memanfaatkan di musim ibadah ini. Karena pada musim ibadah ini pahala yang di berikan allah begitu besar. Ada 2 musim ibadah, yaitu 10 hari terakhir ramadhan dan 10 hari pertama bulan dzulhijjah.

Sebaik-baik amalan yang di cintai oleh Allah adalah amal shaleh di 10 hari pertama bulan dzulhijjah, oleh karena itu, maksimalkan dan manfaatkan ibadah di sepuluh hari pertama agar kita termasuk orang yang di bebaskan dari siksa api neraka dan mendapatkan ridho Allah.

Lalu bagaimana dengan dengan shaum di bulan ini? Kita di perbolehkan shaum setiap hari selama 9 hari, boleh shaum selang hari, ataupun senin kamis, tapi kalau hanya bisanya shaum pada tgl 9 dzulhijjah saja tidak apa –apa, karena shaum pada hari ini pahalanya menghapus dosa – dosa kita tahun lalu dan tahun yang akan datang. Dan kata syeikh ali 9 dzulhijjah itu jatuh pada tgl 15 November.

Dan untuk masalah qurban seperti dalam Q.S Ash-Shaffat : 107 yang merupakan kisah dari Nabi yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung yang menjadi sunnah di umat Nabi Muhammad SAW.

Mungkin yang kita ketahui saat ini Kurban 1 kambing untuk 1 orang, di dalam tausiah beliau tadi, Syeikh Ali mengatakan kurban 1 kambing untuk satu keluarga, Karena dalam satu riwayat, Pernah sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ya rasulullah mengapa engkau berkurban 2 kambing, rasulullah SAW menjawab kambing yang pertama untuk aku dan keluargaku, sedangkan keluarga rasulullah SAW itu terdiri dari beliau dan 9 orang istrinya.dan kambing yang kedua untuk umatku yang belum bisa berkurban, subhanallah. Rasulullah SAW selalu memikirkan umatnya, dan di dalam mazhabnya Imam Syafi’i, kurban 1 ekor kambing adalah untuk 1 kepala keluarga. jadi kalau kurban 1 sapi untuk 7 keluarga.

Tadi juga sempet di bahas karena banyak sekali yang nanya, jadi beliau menjelaskan tentang 5 orang yang tidak perlu qadha hanya wajib fidyah saja diantaranya :
Laki – laki yang sudah tua tapi tidak kuat untuk berpuasa
Perempuan yang sudah tua tapi tidak kuat untuk berpuasa
Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh
Wanita Hamil
Wanita Menyusui
Dan fidyahnya itu tidak boleh berupa uang, tapi berupa makanan yang sudah di masak.

Nah, itulah tadi materi tausiyah Syeikh Ali di MNC TV, edisi Rabu, 10 November 2010.
Mohon maaf bila banyak kurangnya, tapi setidaknya, itulah yang tertulis di buku catatan saya. Semoga saja bisa bermanfaat.

Oia, untuk melengkapi, saya copas dari http://aguswibisono.com/2009/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah/

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Menurut kalender Hijriyah, pada saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah 1430 H. Bagi umat Muslim di dunia, bulan ini mempunyai beberapa keistimewaan juga. Salah satunya ibadah Qurban. Selain itu bulan ini juga mempunyai banyak amalan-amalan yang disyari’atkan agar meningkatkan kualitas ibadah kita dimata Allah subhanahu wata’ala.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu ‘Abbas r.a., bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”

*****

Adapun Macam-macam Amalan yang Disyari’atkan selama bulan Dzulhijjah ini yaitu :
Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Amal ini adalah yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain; sabda Nabi, “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”
Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah. Puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa dari Abu Qatadah r.a.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”
Takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, “… dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” [Surah Al-Hajj : 28].
Taubat serta meninggalkan segala maksiat dan dosa, sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaatan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah , bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” [Hadits Muttafaq ’Alaih].
Banyak beramal shalih, berupa ibadah sunnah seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf-nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
Disyariatkan pada hari-hari itu takbir muthlaq, yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlang-sung hingga shalat Ashar pada akhir hari Tasyriq.
Berkurban pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq. Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yakni ketika Allah menebus putranya dengan sembelihan yang agung.
Melaksanakan shalat Idul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti: nyanyian, judi, mabuk dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapus-nya amal kebajikan yang dilakukannya selama sepuluh hari.
Mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah , melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan;
Manfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya. Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. InsyaAllah, saya juga akan berusaha untuk mengamalkan amalan-amalan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga amal ibadah kita diterima di Sisi Allah.


Dikirim pada 10 November 2010 di Inspirasi
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

Seorang muslimah yang sedang bermujahadah untuk memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 229.263 kali


connect with ABATASA